Obesitas? Sunat?

Pentingnya Edukasi kepada Orang Tua Sebelum Anak Disunat

Bagi anak gemuk yang hendak disunat, dr Mahdian Nur Nasution SpBS menyarankan agar perlu memperhatikan beberapa hal. Ini berguna untuk memastikan jenis kondisi penis sang anak, sehingga dapat dilakukan penanganan yang tepat.

Menurutnya, anak tidak perlu melakukan reparasi sunat ataupun diet ketat. Jadi, dapat mengurangi risiko buruk yang tidak diinginkan.

Sebelum sunat, para dokter perlu mengedukasi sejak awal kepada orang tua pasien. Karena, sebagian anak yang bertubuh gemuk menghasilkan keringat berlebih dan memiliki kelenjar lemak yang banyak. Selain itu, banyak pula kotoran yang menumpuk di selangkangan mereka.

“Jadi, orang tua perlu memperhatikan kondisi kebersihan penis sang anak dan lebih teliti membersihkannya usai sunat. Terlebih, jahitan setelah disunat tidak boleh basah dan harus sering diperhatikan,” ungkap dokter yang juga berpraktik si RS Mitra Keluarga Cikarang ini.

Teknik jahitan pada sunat bagi anak gemuk berbeda. Jenis benang dan jenis jahitan harus lebih rapat serta tekniknya dilakukan secara berkelanjutan atau tidak boleh putus-putus.

Selain itu, orang tua juga harus mengedukasi sang anak sebelum melakukan sunatan. Hal itu dilakukan agar anak lebih siap menerima tindakan yang akan dilakukan oleh dokter.

Proses sunatan ini biasanya juga hanya memerlukan waktu kurang lebih 15 hingga 20 menit. Sementara, risiko terjadinya pendarahan, nyeri berlebih, maupun risiko lainnya juga sangat minim. n c04 ed: erdy nasrul

***

Tips Bagi Anak Gemuk yang Hendak Disunat

1. Konsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Tujuannya untuk mengetahui jenis kondisi penis sang anak.

2. Edukasi sejak dini kepada anak. Pastikan anak benar-benar ingin disunat sesuai dengan permintaan mereka sendiri tanpa ada paksaan.

Jika hal ini tidak dilakukan, kemungkinan anak justru akan memberontak ketika proses sunat, dan jelas membuat tenaga medis kesulitan melakukan tindakan.

3. Sering tarik kulup (kulit sekitar penis). Hal ini sebaiknya dilakukan sejak bayi. Tujuannya agar penis tidak mengalami perlengketan di area kepala penis. Sehingga, penis bersih dari kotoran-kotoran yang menempel di area tersebut.

4. Awasi pola makan, karena anak yang gemuk cenderung memiliki lemak berlebih, terutama di sekitar selangkangan dan area penis.

5. Beri pengertian agar anak lebih siap menghadapi proses sunatan.