Mengenal Penyakit Difteri

Posted on February 20th, 2018

Pengertian Difteri

Difteri merupakan penyakit yang disebabkan adanya infeksi bakteri yang menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan, serta tidak jarang dapat mempengaruhi kesehatan kulit. Penyakit ini tergolong kedalam penyakit yang sangat mudah menular dan infeksi akut dapat berpotensi mengancam jiwa.

Bakteri Corynebacterium Diptheriae adalah bakteri penyebab penyakit difteri itu sendiri, bakteri tersebut dapat dengan mudah menyebar dan mudah menginfeksi manusia yang tidak mendapatkan vaksin difteri. Penyebaran penyakit difteri sebagai berikut :

a. Terhirup partikel ludah diudara dari penderita saat bersin dan batuk.
b. Pakaian, handuk, saputangan, dan makanan/minuman serta barang-barang lainnya yang terkontaminasi oleh bakteri.
c. Tersentuh luka borok (ulkus) akibat difteri dikulit penderita.

Gejala Penyakit Difteri

  1. Terbentuknya lapisan tipis berwarna abu-abu dalam tenggorokan dan amandel. Lapisan ini timbul karena sel-sel sehat dalam tenggorokan terbunuh oleh racun bakteri difteri.
  2.  Demam dan menggigil
  3. Tenggorokan sakit dan suara menjadi serak
  4. Mengalami kesulitan bernafas atau nafas yang cepat
  5. Pembengkakan kelenjar limfe pada leher
  6. Tubuh menjadi mudah lelah dan lemas
  7. Pilek yang semakin lama mengental serta bercampur darah
  8. Masa inkubasi atau lamanya waku timbulnya gejala-gejala infeksi adalah 2 sampai dengan 5 hari sejak bakteri masuk kedalam tubuh

Komplikasi Difteri

Komplikasi-komplikasi difetri meliputi :

  •  Gangguan pernafasan
    Hal ini diakibatkan oleh lapisan tipis abu-abu ayng berada didalam tenggorokan yang dapat menghambat pernafasan. Partikel-partikel membran juga dapat menyebar dan masuk kedalam paru-paru. Hal ini juga dapat mengakibatkan peradangan paru-paru sehingga fungsinya akan menurun secara drastis serta dapat menyebabkan gagal bernafas.
  • Kerusakan jantung
    Diakibatkan oleh toksin bakteri difteri yang menyebar melalui aliran darah menuju ke jantung atau miokarditis. Masalah yang ditimbulkan akan menyebabkan detak jantung tidak teratur, gagal jantung dan terjadi kematian yang mendadak.
  • Kerusakan saraf
    Toksin difteri dapat merusak saraf-saraf vital dalam tubuh, seperti : susah menelan, masalah saluran kemih, kelumpuhan pada diafragma, serta pembengkalan saraf tangan dan kaki. Pasien akan mengalami kesulitan bernafas sehingga membutuhkan alat bantu pernafasan atau respirator.
  • Difteri hipertoksik
    Hal ini diakibatkan oleh difteri yang sangat parah. Pasien bisa mengalami perdarahan yang hebat dan gagal ginjal.

Pencegahan Difteri dengan Imunisasi Vaksin
Langkah utama untuk mencegah timbulnya masalah akibat infeksi difteri yang tepat adalah mengikuti program wajib vaksin DPT dari pemerintah.
Vaksin ini dilakukan sebanyak 5 kali pada usia :
– 2 bulan
– 3 bulan
– 4 bulan
– Satu setengah tahun
– 5 tahun
Vaksinasi tersebut bisa diulang pada saat anak sudah berusia 10 tahun dan 18 tahun.

sumber (bpk. Yuddi Wahyudi)