Pengaruh Bullying Pada Anak

Posted on January 22nd, 2018

Ketika kita mendengar kata bullying, apa sih yang dirasakan ? Apakah marah, kesal, sedih, seram atau ingin berkata bahwa tindakan itu adalah hal bodoh yang pernah dilakukan ! Itu sih tergantung bagaimana pemikiran setiap orang tua dalam menyikapi masalah bullying tersebut.

Bullying adalah tindakan dimana satu orang atau lebih mencoba untuk menyakiti atau mengontrol oranglain dengan cara kekerasan. Ada dua jenis bullying yang pada umumnya kita ketahui seperti :

  1. Bullying dalam bentuk fisik contohnya memukul, mendorong dan sebagainya
  2. Bullying dalam bentuk verbal contohnya membentak, menghina dan berkata kasar.

Sedikit penjelasan bahwa bullying akan berdampak besar yang dihasilkannya, sebagai berikut :

A. Perasaan Tidak Aman

Dari berbagai kasus bullying terjadi lebih banyak disekolah, hal ini terjadi karena sekolah merupakan tempat umum dimana anak terlepas dari pengawasan orangtua. sedangkan, guru tidak sepenuhnya mengawasi layaknya orangtua. salah satu contoh kasus ialah ketika putra anda belum dikhitan/sunat sedangkan teman sebayanya sudah, maka akan menimbulkan potensi bullying dalam bentuk verbal dan akhirnya putra anda merasa tidak aman berada dilingkungan sekolah.

B. Gangguan Kecemasan

Apabila putra anda sudah dibully selanjutnya dia akan mengalami permasalahan dan terus terbayang kemudian cemas. nah, potensi ini berakibat anak akan merasa serba salah untuk melakukan berbagai kegiatan karena ujungnya ia akan mengira bahwa bully itu merupakan hasil akhirnya.

C. Depresi

Ketika oranglain melakukan penekanan terhadap putra anda maka akan menyebabkan depresi dan perasaan ketakutan namun tidak nyaman terhadap dirinya sendiri.

D. Mengucilkan Diri

Mengucilkan diri atau sama halnya dengan menyendiri yaitu karena merasa tidak ada orang yang bisa dipercaya lagi.

E. Kecewa Dengan Dirinya Sendiri

Ketika beberapa anak yang mengalami pembullyan mengalami kekecewaan. bukan karena hal penting, tapi karena sugesti kepada si pembully yang menyatakan bahwa ia anak yang buruk, anak yang tidak beruntung, tidak memiliki teman dan yang lainnya. pada akhirnya mendoktrin korban sehingga ia akan merasa kecewa berlebih pada diri sendiri.

F. Ruang Gerak Terbatas

Korban pembullyan akan merasakan hidupnya terbatas. seperti contoh ketika putra anda ingin melakukan A salah, B salah dan C juga, ini tidak benar itu juga sama tidak benar dan sebagainya.

G. Konsep Diri Yang Buruk

Yang terakhir ini perlu diwaspadai, seorang yang sudah terkena bully maka ia akan menjadi seseorang yang bersikap sangat buruk. hal ini karena menurut ia merasa wajar melakukan hal tersebut. Semua sifat, perilaku, persepsi dan semua yang korban pikirkan akan sama dengan pelaku.

Nah, mengapa bullying itu responnya buruk atau tidak baik, pastinya sudah paham kan sekarang. sebaiknya hindari hal-hal yang berbau bullying karena yang paling seram itu adalah intimidasinya. Kesimpulannya adalah mencegah lebih baik dari pada mengobati. so, STOP BULLYING demi generasi anak bangsa yang produktif dimasa yang akan datang.

TERIMA KASIH

(sumber : Humas KKP Bdg)